Sabar, arogansi, dan Harga diri
Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.Dalam sebuah pernyataan pendek, dikatakan bahwa sabar itu "...seperti namanya, adalah sesuatu yang pahit dirasakan, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu. Nah,kalo sabar itu bukan berarti kamu rendah diri ya...
Pernah nggak sih kamu berada di situasi ketika orang lain terlalu ikut campur urusanmu? Dia nggak tahu apa-apa tentangmu, tapi seenaknya sendiri merendahkan atau meremehkanmu. Wah, kalau urat sabar sudah putus, pasti kita langsung marah-marah dan melabraknya.
Tapi jangan sampai martabat kita jadi rendah hanya gara-gara orang yang nggak bertanggung jawab itu, ya. Tetaplah tegakkan kepala. Buktikan kalau kamu bukan orang sembarangan yang bisa seenaknya direndahkan. Kalau perlu, ucapkan kata-kata manis ini, setidaknya buatlah hatimu tenang dengan kalimat positif yang datang dari hatimu.Aku sedang memperjuangkan sesuatu untuk kebahagiaanku dan orang-orang tercintaku.”
Ya, kamu berhak untuk memilih dan memiliki kebahagiaanmu sendiri. Kamu juga punya cara untuk membuat orang-orang tercintamu bahagia. Jadi jangan langsung minder atau merasa rendah diri kalau ada orang asing yang seenaknya meremehkanmu. Tahu nggak, orang yang suka merendahkan orang lain itu sebenarnya sedang merendahkan martabatnya sendiri?
“Setidaknya aku tak merugikan orang lain dengan apa yang kulakukan saat ini.”
Berkarya dalam diam. Bekerja giat dengan niat yang baik. Melakukan yang terbaik tanpa harus menyombongkan diri. Tak perlu cari muka apalagi menjatuhkan orang lain untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Sikap itu saja sudah membuat harga diri kita mahal, guys.Kamu tahu apa yang kamu mau dan berani memperjuangkannya. Toh, kamu juga nggak merugikan orang lain.
“Aku berani mengambil sikap dan berdiri di atas kakiku sendiri.”
Mungkin saat ini orang memandangmu sebelah mata. Mereka meremehkan dan menyepelekan kemampuanmu. Tapi, yakinlah semua itu akan terbayar dengan manis pada akhirnya. Keberanianmu untuk mengambil risiko dan berdiri di atas kaki sendiri saja sudah jadi poin plus tersendiri.
“Maaf, aku tak punya waktu untuk hal-hal yang tak penting.”
Jangan menghabiskan energi dan waktumu mengurusi omongan negatif atau ocehan orang lain. Mereka nggak tahu apa-apa tentangmu. Mereka hanya sok tahu dan lagi nggak ada kerjaan. Anggap saja ucapan mereka yang meremehkan sebagai lecutan agar kamu terus bertahan dan memperjuangkan keinginan dan impianmu.
Nggak gampang memang untuk bersikap cuek saja ketika ada orang yang meremehkan atau merendahkan kita. Kadang kita akan merasa sebal, marah, atau kehilangan percaya diri. Tapi ini hidupmu, kamu yang tahu. Kamu berhak menentukan arah hidupmu dan kamu juga pasti tahu yang terbaik untuk dirimu dan orang-orang terdekatmu. Pada pelaksanaannya. Sabar dan harga diri selalu berkesinambungan. Lecutan orang ,hinaan orang. Dan pekerjaan yang terlihat kecil bukan lah mencerminkan harga diri yang rendah. Bagi penulis, rendahnya harga diri seseorang itu ketika seseorang meyinggung perasaan seseorang atau orang lainnya. Maka yang tersinggung akan merasa rendah diri. Sedangkan jika penilaian orang terhadap orang lain tetapi belum tercetus langsung.atau belum menyinggung perasaan objek maka penulis tidak memasukkan kepada rendahnya harga diri.
Harga diri dan arogansi, dua kata yang berbeda dan seharus nya pelaksanaanya juga berbeda. Namun, pada kenyataan nya. Seseorang merasa rendah harga dirinya karena telah melakukan hal yang menurut nya tidak patut untuk dikerjaakan. Misalnya, masak,nyapu,ngepel,buang sampah jika dilakukan laki laki. Padahal. Semua nya tidak ada kaitannya nya, hanya arogansi yang dipertahankan. Hilangkan arogansimu. Tingkat kan sabarmu. Raih Harga diri Mu. Hapus stigma lama. Harga dirimu dibayar karna usahamu. Bukan dibayar dengan omongan orang lain.
Nb: penulis tu orang yang sabar bukan orang yang ngak punya harga diri.
Komentar
Posting Komentar